Oleh: Jerinx
Saat saya menulis note ini, saya serasa terbakar amarah, rasa
tidak terima sekaligus jijik dengan rendahnya kualitas intelektual yg
bertebaran congkak tanpa malu di facebook. Jika saya bisa mengalikan
diri saya hingga berjumlah jutaan, ingin sekali rasanya mencari
satu-satu idiot itu dirumahnya dan menampar mereka di depan ibu nya.
Sebagai
seniman saya merasa kebebasan berexpresi saya hendak dilucuti,
diturunkan tuk kemudian disamaratakan dengan intelektualitas 'mereka'
agar 'mereka' bisa mengerti apa yg saya katakan/lakukan. Dan saya
katakan: persetan! Mereka ingin saya memakai bahasa yang mudah
dimengerti, ingin agar saya menafikan seni sastra dan mengatakan
semuanya dengan literal. Lalu apa bedanya saya dengan seniman-seniman
generik plastik yang merajai Indonesia saat ini? Kalian ingin saya
menjadi seperti mereka?
Jika kalian tidak
mengerti/sepenuhnya paham dengan apa yang saya tulis/katakan (di status
FB, twitter, lirik lagu dll), GUNAKAN nalar & imaji mu untuk
mengolahnya, atau kasarnya PAKAI OTAK! Tuhan memberi manusia otak untuk
digunakan berpikir memecahkan sesuatu yang manusia tidak mengerti, otak
bukan cuma untuk meminta. Jika tidak mengerti bahasa Inggris, buka
kamus/internet. Perluas wawasan, perbanyak membaca. Jangan manja lalu
congkak meminta semuanya itu harus jelas ini A ini B. Ini dunia SENI,
dunia yang indah karena misteri dan teka-teki nya, bukan bisnis
supermarket yg semua kontrak hitam diatas putih-nya harus jelas.
Apa
kalian pikir Chairil Anwar, Soe Hok Gie, WS Rendra dll HARUS
menyertakan salinan maksud dari setiap puisi yang mereka tulis? Dimana
HORMAT kalian untuk seni sastra?
Saya tidak pernah takut
kehilangan penggemar/fans/apapun itu, jika kalian tidak suka dengan apa
yang saya tulis saat ini, silakan pergi dan kutuk saya. Yang jelas, saya
tidak akan pernah mau merendahkan inteletualitas diri saya demi
memuaskan nalar pemalas idiot nan manja kalian!
Source: https://www.facebook.com/notes/jrx/sastra-is-dead/421809181245
Sabtu, 23 Maret 2013
Kehilangan Adalah Konsekuensi
Oleh: Jerinx
Akhir-akhir ini beberapa kali saya temui di fanpage ini komentar dari kalian yang intinya mengatakan "dulu saya menyukai JRX, tapi karena JRX sering membicarakan agama, saya jadi tidak menyukainya lagi" atau "saya menyukai JRX karena musiknya, bukan karena pandangannya tentang Tuhan"
Pada intinya, JRX yang ideal bagi 'mereka' adalah JRX yang hanya berbicara tentang musik. Jadi kalau ibaratnya saya ini petani, maka saya hanya berhak berbicara tentang sawah dan harga pupuk. Meski hak hidupnya terancam, para petani hanya boleh teriak tentang sawah dan harga pupuk. Hebat sekali Indonesia ini.
Mereka lupa. Selain musisi, saya juga MANUSIA.
Dan perlu saya tegaskan, saya TIDAK PERNAH membicarakan suatu agama. Saya tidak pernah menyerang suatu agama karena bagi saya, semua agama itu sama dan sejajar. Sama-sama mengajarkan kebaikan dan mencari kedamaian. Yang saya bicarakan adalah SIKAP MANUSIA yang kejam dan sombong dalam MENERJEMAHKAN agama.
Ini tentang manusia nya, bukan tentang agama nya. Ini bukan tentang kesalahan agama, ini tentang kesalahan manusia dalam menerjemahkan agama.
Bagi saya ini cukup menarik, sedikit ironis malah. Di Indonesia yang 'katanya' beragam, religius dan sopan ini, ternyata masih ada anak-anak muda yang over-sensitif setiap kali diajak membicarakan hal-hal yang berbau agama. Alasan mereka kebanyakan "jangan membicarakan agama, nanti ada yang tersinggung" dan ya, memang benar banyak yang tersinggung lalu tanpa dasar kuat menuduh saya memojokkan agama tertentu. Di dunia maya, kebencian cepat sekali menular. Begitu gampang utk menjadi 'pahlawan agama' di dunia maya. Ketika beberapa kali saya tanya apa buktinya saya memojokkan agama, mereka berkata "dari statu-status anda, saya menangkap pesan kalau anda anti agama tertentu"
Disinilah masalahnya. Prasangka diatas segalanya. Prasangka adalah kebenaran bagi mereka. Dan karena sikap over-sensitif itu, mereka lebih memilih percaya dengan prasangka ketimbang percaya dengan kebenaran. Mereka menutup mata terhadap fakta bahwa prasangka mereka dibangun atas dasar keterbatasan wawasan/ilmu dalam menerjemahkan opini saya.
Jadi jelas sudah, mereka-mereka yang salah menerjemahkan agama nya, akan selalu salah dalam menerjemahkan apapun yang berbau agama. Ketika memasuki wilayah agama, mereka hanya memiliki kebencian, curiga dan naluri memusnahkan siapa saja yg mereka anggap "musuh". Sekali lagi, prasangka diatas kebenaran.
Disini saya sadar, bahwa selama ini yang menyukai saya/SID belum tentu mengerti akan lirik/esensi/pesan dari lagu-lagu SID. Disini juga saya sadar bahwa inilah yang kita sebut sebagai seleksi alam untuk menentukan siapa yang layak siapa yang tidak. Dan saya manusia yang cukup sadar dan tahu diri bahwa saya terlahir bukan untuk menjadi penjilat yang bisa menyenangkan hati semua orang.
Dalam kasus ini, saya melihat kehilangan penggemar/simpatisan adalah konsekwensi dalam usaha saya untuk menjadi seorang warga negara Indonesia yang menolak keras diskriminasi dan kekerasan atas dasar SARA.
Dan saya tidak pernah takut atas konsekwensi ini, karena saya/SID percaya diluar sana ada lebih banyak anak muda dengan pemikiran bersih yang -terlepas dari mereka suka musik SID atau tidak- lebih memilih percaya terhadap kemanusian, keadilan dan kebenaran.
Source: https://www.facebook.com/notes/jrx/kehilangan-adalah-konsekuensi/502153411245
Akhir-akhir ini beberapa kali saya temui di fanpage ini komentar dari kalian yang intinya mengatakan "dulu saya menyukai JRX, tapi karena JRX sering membicarakan agama, saya jadi tidak menyukainya lagi" atau "saya menyukai JRX karena musiknya, bukan karena pandangannya tentang Tuhan"
Pada intinya, JRX yang ideal bagi 'mereka' adalah JRX yang hanya berbicara tentang musik. Jadi kalau ibaratnya saya ini petani, maka saya hanya berhak berbicara tentang sawah dan harga pupuk. Meski hak hidupnya terancam, para petani hanya boleh teriak tentang sawah dan harga pupuk. Hebat sekali Indonesia ini.
Mereka lupa. Selain musisi, saya juga MANUSIA.
Dan perlu saya tegaskan, saya TIDAK PERNAH membicarakan suatu agama. Saya tidak pernah menyerang suatu agama karena bagi saya, semua agama itu sama dan sejajar. Sama-sama mengajarkan kebaikan dan mencari kedamaian. Yang saya bicarakan adalah SIKAP MANUSIA yang kejam dan sombong dalam MENERJEMAHKAN agama.
Ini tentang manusia nya, bukan tentang agama nya. Ini bukan tentang kesalahan agama, ini tentang kesalahan manusia dalam menerjemahkan agama.
Bagi saya ini cukup menarik, sedikit ironis malah. Di Indonesia yang 'katanya' beragam, religius dan sopan ini, ternyata masih ada anak-anak muda yang over-sensitif setiap kali diajak membicarakan hal-hal yang berbau agama. Alasan mereka kebanyakan "jangan membicarakan agama, nanti ada yang tersinggung" dan ya, memang benar banyak yang tersinggung lalu tanpa dasar kuat menuduh saya memojokkan agama tertentu. Di dunia maya, kebencian cepat sekali menular. Begitu gampang utk menjadi 'pahlawan agama' di dunia maya. Ketika beberapa kali saya tanya apa buktinya saya memojokkan agama, mereka berkata "dari statu-status anda, saya menangkap pesan kalau anda anti agama tertentu"
Disinilah masalahnya. Prasangka diatas segalanya. Prasangka adalah kebenaran bagi mereka. Dan karena sikap over-sensitif itu, mereka lebih memilih percaya dengan prasangka ketimbang percaya dengan kebenaran. Mereka menutup mata terhadap fakta bahwa prasangka mereka dibangun atas dasar keterbatasan wawasan/ilmu dalam menerjemahkan opini saya.
Jadi jelas sudah, mereka-mereka yang salah menerjemahkan agama nya, akan selalu salah dalam menerjemahkan apapun yang berbau agama. Ketika memasuki wilayah agama, mereka hanya memiliki kebencian, curiga dan naluri memusnahkan siapa saja yg mereka anggap "musuh". Sekali lagi, prasangka diatas kebenaran.
Disini saya sadar, bahwa selama ini yang menyukai saya/SID belum tentu mengerti akan lirik/esensi/pesan dari lagu-lagu SID. Disini juga saya sadar bahwa inilah yang kita sebut sebagai seleksi alam untuk menentukan siapa yang layak siapa yang tidak. Dan saya manusia yang cukup sadar dan tahu diri bahwa saya terlahir bukan untuk menjadi penjilat yang bisa menyenangkan hati semua orang.
Dalam kasus ini, saya melihat kehilangan penggemar/simpatisan adalah konsekwensi dalam usaha saya untuk menjadi seorang warga negara Indonesia yang menolak keras diskriminasi dan kekerasan atas dasar SARA.
Dan saya tidak pernah takut atas konsekwensi ini, karena saya/SID percaya diluar sana ada lebih banyak anak muda dengan pemikiran bersih yang -terlepas dari mereka suka musik SID atau tidak- lebih memilih percaya terhadap kemanusian, keadilan dan kebenaran.
Source: https://www.facebook.com/notes/jrx/kehilangan-adalah-konsekuensi/502153411245
Rabu, 13 Maret 2013
Interview Jrx dengan Mave Magazine: Devildice
1. Langsung aja, DEVILDICE (what, who, when, where, why, and how) ?
Devildice (DD) adalah orkestra ilmu hitam tercanggih dari Bali. DD memperbudak saya (JRX) pada gitar/vokal, Kuzz-bass, TR-drums, Cash-gitar/vokal latar dan Mr.F pada trumpet/gitar akustik. Terbentuk tahun 1997 dengan nama awal Culture On Fire dan berubah menjadi DD tahun 2002 karena ereksi tidak bisa diberi pisang goreng. DD juga lahir karena tidak semua lagu yang saya tulis pas untuk karakter death metal SID.
2. Bisa ceritakan tentang album DEVILDICE yang akan di-release dalam waktu dekat ini?
Album baru kami akan rilis bulan Juni 2011 via Sony Music Indonesia. Konten-nya dominan tentang rasa sepi, nihilisme dan harapan/perayaan terhadap identitas-identitas baru yang kita temui sepanjang garis kehidupan yang (kadang) tidak lucu ini. Jika harus dijelaskan, arah musikalnya pekat terpengaruh film-film kelas B, budaya motor, musik latin, Johny Cash, Leonard Cohen, Social Distortion dll.
3. Berapa lama proses pengerjaan album DEVILDICE?
Sekitar 6 bulan, di Electrohell Studio, Denpasar.
4. Apa nama album DEVILDICE dan ada berapa lagu?
"Army Of The Black Rose" berkekuatan 11 skala richter plus 1 track instrumentalia untuk ngamuk jam 3 pagi di pasar Kumbasari.
5. Di album ini ada yang featuring dengan musisi lain ga? Kalo ada kenapa memilih dengan musisi tersebut?
Banyak. Ada Sari (Nymphea) yang berduet dengan saya di "Diamonds Are Forever" dimana Leo dan Kape (Suicidal Sinatra) juga ikut mengisi gitar/bass. Ada Hendra (Telephone) yang selain sebagai music director DD, juga ikut membantu pada gitar. Lalu ada Alit Anima pada organ dan Bobby Kool pada backing vokal. Mereka kami pilih karena rata-rata punya motor sendiri, jadi gak perlu dijemput saat mau rekaman. Jelas?
6. Apa yang diharapkan dari album DEVILDICE ini?
Tidak banyak. We just wanna play some music and make some art. Menyenangkan diri sendiri. If people like it then it's good, if they don't then it's totally OK. DD tidak ingin mengubah dunia. Mungkin DD mencoba melawan dunia. Tapi gak terlalu niat :)
7. Ada pesan-pesan yang disampaikan ga di album DEVILDICE ini?
Tidak ada. Hampir semua lyric bersifat autobiografi yang disesaki roh narcism, jadi gak berpesan apa-apa selain; This is us, Devildice and we think we are a good band.
8. Seluruh personil DEVILDICE kan biker, motor apa ajah yang digunakan oleh setiap personil?
TR dan Cash adalah loyalis Jap Style, mereka memakai Honda CB yang di kustom dengan gaya old skool oleh Keduk. Saya dan Kuzz loyalis HD, sama-sama memakai Sportster yang sudah di kustom dengan direksi chopper/bobber. Saya dan Kuzz juga sempat jadi kolektor mobil tua, dan sejak jadi bintang iklan shampo si Kuzz makin percaya diri dengan koleksi mobil tua nya.
9. Menurut DEVILDICE seberapa erat hubungan motor dengan musik DEVILDICE?
DD dan motor memiliki beberapa persamaan: Sama-sama dipakai untuk melarikan diri dari masalah. Sama-sama membutuhkan 'batu' dalam menikmatinya. Dan yang paling sakti: DD dan motor sama-sama bisa pergi begitu saja tanpa tahu kemana arah yang dituju.
10. Pengalaman paling menarik saat riding?
Pada saat riding, jangan pernah mau berada di posisi dibelakang Kuzz. Cuma itu yang bisa kami informasikan. Detailnya terlalu sadis untuk majalah ini. Melibatkan darah dan leher patah.
11. Mike Ness. Siapa Mike Ness untuk kalian?
Semacam figur om-om keren yang meski ketinggalan jaman, tetap respect sama generasi setelah dia.
12. Bagaimana tanggapan kalian dengan kematian Osama?
Biasa saja, gak akan mengubah apa-apa. Kekerasan atas nama agama hanya akan bisa berkurang/hilang ketika di dunia ini tidak ada lagi yang merasa agamanya paling hebat/benar. Rasa sejajar itu yang susah atau bahkan tidak mungkin terwujud.
13. TIMES beberapa waktu lalu memberitakan tentang "keburukan" Kuta (sampah, macet, dll) tanggapan kalian gimana? Ada saran?
Memang media kadang melebihkan/mengurangi kadar kebenaran. Tapi tentang situasi Kuta memang demikian adanya. Saran kami? Simpel. Buang sampah pada tempatnya. Kurangi naik motor/mobil. Hidupkan kembali Car Free Day. Sebenarnya jalan keluarnya sudah jelas dan mudah. Problem nya cuma satu: masyarakat mau gak meminggirkan kepentingan pribadi demi kebaikan yang lebih besar?
14. Apa yang akan kalian lakukan jika kalian diberi kesempatan menjadi polisi dalam waktu satu hari?
Ini imajinasi saja, jadi tolong jangan dianggap terlalu serius: Setelah puas makan sate kambing di GOR, kami akan ngebut menerobos lusinan lampu merah, merampok bank, lalu menculik dan mengawini seluruh teller nya, baik laki atau perempuan! :)
15. Pilih Honda Win atau Yamaha RX King?
RX King! Demi menjaga citra brandes yang susah kami lepaskan ini *lirik Cash*
16. Pilih fixie atau low rider?
Low Rider. Karena belum punya fixie.
17. Pilih Julia Perez atau Dewi Persik?
Julia terlihat sedikit lebih pintar dan punya selera. So ya….
18. Ok..last words?
"Diantara mawar dan belati, selalu ada senja abadi, disana kita bertemu dan belajar bahwa hidup tak pernah sempurna"
Join Mave Magazine fanpage at http://www.facebook.com/pages/MAVE-Magz/200893589938306?ref=ts&sk=wall
Devildice (DD) adalah orkestra ilmu hitam tercanggih dari Bali. DD memperbudak saya (JRX) pada gitar/vokal, Kuzz-bass, TR-drums, Cash-gitar/vokal latar dan Mr.F pada trumpet/gitar akustik. Terbentuk tahun 1997 dengan nama awal Culture On Fire dan berubah menjadi DD tahun 2002 karena ereksi tidak bisa diberi pisang goreng. DD juga lahir karena tidak semua lagu yang saya tulis pas untuk karakter death metal SID.
2. Bisa ceritakan tentang album DEVILDICE yang akan di-release dalam waktu dekat ini?
Album baru kami akan rilis bulan Juni 2011 via Sony Music Indonesia. Konten-nya dominan tentang rasa sepi, nihilisme dan harapan/perayaan terhadap identitas-identitas baru yang kita temui sepanjang garis kehidupan yang (kadang) tidak lucu ini. Jika harus dijelaskan, arah musikalnya pekat terpengaruh film-film kelas B, budaya motor, musik latin, Johny Cash, Leonard Cohen, Social Distortion dll.
3. Berapa lama proses pengerjaan album DEVILDICE?
Sekitar 6 bulan, di Electrohell Studio, Denpasar.
4. Apa nama album DEVILDICE dan ada berapa lagu?
"Army Of The Black Rose" berkekuatan 11 skala richter plus 1 track instrumentalia untuk ngamuk jam 3 pagi di pasar Kumbasari.
5. Di album ini ada yang featuring dengan musisi lain ga? Kalo ada kenapa memilih dengan musisi tersebut?
Banyak. Ada Sari (Nymphea) yang berduet dengan saya di "Diamonds Are Forever" dimana Leo dan Kape (Suicidal Sinatra) juga ikut mengisi gitar/bass. Ada Hendra (Telephone) yang selain sebagai music director DD, juga ikut membantu pada gitar. Lalu ada Alit Anima pada organ dan Bobby Kool pada backing vokal. Mereka kami pilih karena rata-rata punya motor sendiri, jadi gak perlu dijemput saat mau rekaman. Jelas?
6. Apa yang diharapkan dari album DEVILDICE ini?
Tidak banyak. We just wanna play some music and make some art. Menyenangkan diri sendiri. If people like it then it's good, if they don't then it's totally OK. DD tidak ingin mengubah dunia. Mungkin DD mencoba melawan dunia. Tapi gak terlalu niat :)
7. Ada pesan-pesan yang disampaikan ga di album DEVILDICE ini?
Tidak ada. Hampir semua lyric bersifat autobiografi yang disesaki roh narcism, jadi gak berpesan apa-apa selain; This is us, Devildice and we think we are a good band.
8. Seluruh personil DEVILDICE kan biker, motor apa ajah yang digunakan oleh setiap personil?
TR dan Cash adalah loyalis Jap Style, mereka memakai Honda CB yang di kustom dengan gaya old skool oleh Keduk. Saya dan Kuzz loyalis HD, sama-sama memakai Sportster yang sudah di kustom dengan direksi chopper/bobber. Saya dan Kuzz juga sempat jadi kolektor mobil tua, dan sejak jadi bintang iklan shampo si Kuzz makin percaya diri dengan koleksi mobil tua nya.
9. Menurut DEVILDICE seberapa erat hubungan motor dengan musik DEVILDICE?
DD dan motor memiliki beberapa persamaan: Sama-sama dipakai untuk melarikan diri dari masalah. Sama-sama membutuhkan 'batu' dalam menikmatinya. Dan yang paling sakti: DD dan motor sama-sama bisa pergi begitu saja tanpa tahu kemana arah yang dituju.
10. Pengalaman paling menarik saat riding?
Pada saat riding, jangan pernah mau berada di posisi dibelakang Kuzz. Cuma itu yang bisa kami informasikan. Detailnya terlalu sadis untuk majalah ini. Melibatkan darah dan leher patah.
11. Mike Ness. Siapa Mike Ness untuk kalian?
Semacam figur om-om keren yang meski ketinggalan jaman, tetap respect sama generasi setelah dia.
12. Bagaimana tanggapan kalian dengan kematian Osama?
Biasa saja, gak akan mengubah apa-apa. Kekerasan atas nama agama hanya akan bisa berkurang/hilang ketika di dunia ini tidak ada lagi yang merasa agamanya paling hebat/benar. Rasa sejajar itu yang susah atau bahkan tidak mungkin terwujud.
13. TIMES beberapa waktu lalu memberitakan tentang "keburukan" Kuta (sampah, macet, dll) tanggapan kalian gimana? Ada saran?
Memang media kadang melebihkan/mengurangi kadar kebenaran. Tapi tentang situasi Kuta memang demikian adanya. Saran kami? Simpel. Buang sampah pada tempatnya. Kurangi naik motor/mobil. Hidupkan kembali Car Free Day. Sebenarnya jalan keluarnya sudah jelas dan mudah. Problem nya cuma satu: masyarakat mau gak meminggirkan kepentingan pribadi demi kebaikan yang lebih besar?
14. Apa yang akan kalian lakukan jika kalian diberi kesempatan menjadi polisi dalam waktu satu hari?
Ini imajinasi saja, jadi tolong jangan dianggap terlalu serius: Setelah puas makan sate kambing di GOR, kami akan ngebut menerobos lusinan lampu merah, merampok bank, lalu menculik dan mengawini seluruh teller nya, baik laki atau perempuan! :)
15. Pilih Honda Win atau Yamaha RX King?
RX King! Demi menjaga citra brandes yang susah kami lepaskan ini *lirik Cash*
16. Pilih fixie atau low rider?
Low Rider. Karena belum punya fixie.
17. Pilih Julia Perez atau Dewi Persik?
Julia terlihat sedikit lebih pintar dan punya selera. So ya….
18. Ok..last words?
"Diantara mawar dan belati, selalu ada senja abadi, disana kita bertemu dan belajar bahwa hidup tak pernah sempurna"
Join Mave Magazine fanpage at http://www.facebook.com/pages/MAVE-Magz/200893589938306?ref=ts&sk=wall
Interview Jrx Tentang Nyepi
1. Arti Nyepi buat JRX?
Bagi saya, Nyepi adalah ketika alam (di Bali) diberi kesempatan untuk bernafas bebas, Nyepi adalah satu hari dimana alam bisa lepas dari beban yang dihasilkan oleh ritual keseharian manusia.
2. Apa saja ritual yang selalu dilakukan pada saat Nyepi? Siapa saja yang harus atau boleh melakukannya? Selain nggak boleh menyalakan lampu dan beraktivitas, apa lagi sih yang nggak boleh dilakukan saat Nyepi?
Tergantung. Bagi yang ingin melakukan meditasi/puasa selama Nyepi, tentu saja ritual yang dipersiapkan beda dengan mereka yang ingin bersantai saja selama Nyepi. Dan tidak ada peraturan kalau semua orang di Bali harus melakukan penyepian secara spiritual (meditasi/puasa). Bebas saja, selama tidak keluar rumah (kecuali dalam situasi sakit/melahirkan dll) dan tidak membuat suara bising atau meng-ekspose cahaya/lampu/api secara berlebihan. Perlu saya tambahkan, di Bali walau hampir 100% menerapkan peraturan 'dilarang keluar rumah' saat Nyepi, ada juga desa yang memperbolehkan warga nya untuk keluar rumah, bahkan di beberapa desa ada semacam tradisi 'pesta jalanan' di siang-sore hari nya disaat Nyepi berlangsung.
3. Pengalaman apa yang paling menyenangkan selama melakukan perayaan Nyepi selama hidup Mas?
Mungkin tidak begitu menyenangkan saat itu terjadi tapi it sounds fun now. Jadi sekitar awal tahun 2000 saya dan beberapa teman memutuskan untuk menyepi di sebuah villa tua dan terpencil di Ubud. Dan for some reason, kita memutuskan untuk (hanya) membawa film-film horror untuk ditonton. Saat tiba di villa, suasana sudah mulai aneh. Pelan-pelan terkuak cerita-cerita seperti tentang kolam renang di depan villa yang pernah memakan korban jiwa, cerita tentang bagaimana seorang tamu pernah melihat kepala-kepala keluar dari tembok villa dan -yang paling seru- cerita tentang adanya kuburan tepat disebelah villa yang kita tempati. Saat itu film horor fenomenal 'The Blair Witch Project' baru keluar. Dan karena sifat sok pemberani yang berlebihan, kita memutuskan untuk menontonnya ketika hari menjelang malam. Dan bisa ditebak kejadian selanjutnya: film (yang ternyata) maha ngeri itu akhirnya sukses membuat kita (berempat) ketakutan luar biasa. Dan alam disekitar kita bereaksi terhadap energi rasa takut yang kita dirasakan. Teror pun dimulai, sepanjang malam hingga pagi datang, tak seorang pun dari kita bisa tidur karena suara-suara dan hal-hal aneh mulai bermunculan disekitar villa. It was a real horror time. Pada intinya: nyepi + villa tua + dvd horror = not a good mix.
4. Masih ingat nggak pengalaman pertama melakukan Nyepi? Boleh ceritakan sedikit?
Wah, terus terang saya lupa Nyepi pertama saya. Tapi yang jelas, saat saya masih kecil, Nyepi selalu terlihat sakral, meriah dan penuh misteri. Ada perang petasan dan pesta ogoh-ogoh (semacam patung besar yang diarak beramai-ramai) di malam sebelum Nyepi, para pecalang (patroli keamanan tradisional Bali) yang terlihat angker & galak, dan makanan rumah yang dimasak spesial dikala Nyepi. Sekarang -mungkin karena pengaruh usia- saya tidak merasakan energi yang sama saat Nyepi. Saya lebih concern dengan konsep bahwa Nyepi bukan tentang manusia, tapi tentang alam dan bagaimana manusia menghormati alam. Tentang memberi alam kesempatan untuk bernafas lega.
5. Mas kan orangnya ekpresif dan energetik. Apakah ada kesulitan waktu Nyepi? Misalnya sulit menahan untuk tidak keluar atau pun beraktivitas.
Tidak. Kan ada banyak hal yang bisa saya lakukan di rumah :)
6. Setelah Nyepi, biasanya melakukan apa sih?
Di Bali, sehari setelah Nyepi namanya Manis Nyepi dan hari itu biasanya semua masih libur. Orang-orang merayakannya dengan jalan-jalan bersama keluarga, piknik, ke mall, ke pantai dan semacam nya. Saya mengisi Manis Nyepi dengan hal-hal normal yang saya lakukan setiap hari nya.
7. Seperti apa sih Bali saat Nyepi dan apa yang Mas sukai dari Bali saat Nyepi?
Hal yang tidak pernah saya lewatkan saat Nyepi adalah mencoba mendengar apa yang semesta katakan pada manusia. Mendengarkan bagaimana semesta bernafas adalah sebuah keindahan tersendiri. Dan menurut saya pribadi, jika ritual Nyepi bisa dilakukan di seluruh dunia serentak dan rutin selama -misalnya- sebulan sekali, kita akan bisa menyelamatkan banyak hal yang tidak kita pikirkan sebelumnya.
Selasa, 12 Maret 2013
Biografi Devildice
Terbentuk 1997 di
tengah keramaian dosa dan peristiwa di Kuta [Bali], Devildice yang
dibentuk oleh Jerinx [gitar/vokal] dan Kuzz [bass] awalnya memakai nama
Culture On Fire dan memilih menjadi band cover version Social
Distortion, band punk old skool idola mereka. Dibantu oleh beberapa
kawan yang mengisi posisi drum dan gitar, Culture On Fire rajin
meramaikan acara-acara musik yang bersifat underground di Bali.
Kesibukan Jerinx yang juga drummer/penulis lagu di Superman Is Dead [SID] membuat Culture On Fire makin terproyeksi menjadi band yang 'agak kurang serius' dalam berkarir dan nyaman dengan status band cover version.
Tahun 2002, Jerinx menyadari ia punya banyak stok lagu yang tidak masuk dalam karakter SID namun bisa ia masukkan ke dalam karakter Culture On Fire yang lebih gelap. Ia pun memutuskan untuk lebih serius lagi menjalani proyek band keduanya ini. Setelah mengalami bongkar pasang personel dan perubahan nama menjadi Devildice, Jerinx dan kawan kawan akhirnya merilis mini album perdana Devildice 'In The Arms Of The Angels' tahun 2004 dengan biaya dan label sendiri.
Hingga kini [2009] Devildice yang diperkuat Jerinx, Kuzz, Cash [gitar], T.R [drum] dan Dr.F [trumpet] telah bermain di ratusan festival musik, acara amal, skate, surf, tattoos dan motor di stadion, pantai, lapangan, bar/club di Bali. Devildice juga terlibat dalam beberapa proyek kampanye lingkungan, album kompilasi, skate video, surf video dan lain lain.
Dalam berkesenian, Devildice banyak dipengaruhi film-film gangster/mafia jaman dulu, kustom kulture dan eksotisme khas punk tropikal.
Kesibukan Jerinx yang juga drummer/penulis lagu di Superman Is Dead [SID] membuat Culture On Fire makin terproyeksi menjadi band yang 'agak kurang serius' dalam berkarir dan nyaman dengan status band cover version.
Tahun 2002, Jerinx menyadari ia punya banyak stok lagu yang tidak masuk dalam karakter SID namun bisa ia masukkan ke dalam karakter Culture On Fire yang lebih gelap. Ia pun memutuskan untuk lebih serius lagi menjalani proyek band keduanya ini. Setelah mengalami bongkar pasang personel dan perubahan nama menjadi Devildice, Jerinx dan kawan kawan akhirnya merilis mini album perdana Devildice 'In The Arms Of The Angels' tahun 2004 dengan biaya dan label sendiri.
Hingga kini [2009] Devildice yang diperkuat Jerinx, Kuzz, Cash [gitar], T.R [drum] dan Dr.F [trumpet] telah bermain di ratusan festival musik, acara amal, skate, surf, tattoos dan motor di stadion, pantai, lapangan, bar/club di Bali. Devildice juga terlibat dalam beberapa proyek kampanye lingkungan, album kompilasi, skate video, surf video dan lain lain.
Dalam berkesenian, Devildice banyak dipengaruhi film-film gangster/mafia jaman dulu, kustom kulture dan eksotisme khas punk tropikal.
Devildice - Army of The Black Rose
01. Army Of The Black Rose
02. Nuestro El Minestro
03. Diamonds Are Forever
04. Land Of No Angel
05. Never A Saint
06. True
07. Mad Of This World
08. Love Or Drugs
09. Palace Of My Own Disgrace
10. Kiss Of The ST. Villain
11. Black Moon Suicide
12. Rock n Roll City
Devildice - In The Arms Of The Angel

01. In The Arms Of The Angel
02. Dont Shine On Me
03. Childhood Brokenglass
04. Down To Bero
05. Kings, Queens And Poisons
06. Liar Of The Year
07. Never A Saint
08. Rock'nRoll City
09. This Evil Town
10. Go Daddy-O
11. Sunset And Butterfly
02. Nuestro El Minestro
03. Diamonds Are Forever
04. Land Of No Angel
05. Never A Saint
06. True
07. Mad Of This World
08. Love Or Drugs
09. Palace Of My Own Disgrace
10. Kiss Of The ST. Villain
11. Black Moon Suicide
12. Rock n Roll City
Devildice - In The Arms Of The Angel
01. In The Arms Of The Angel
02. Dont Shine On Me
03. Childhood Brokenglass
04. Down To Bero
05. Kings, Queens And Poisons
06. Liar Of The Year
07. Never A Saint
08. Rock'nRoll City
09. This Evil Town
10. Go Daddy-O
11. Sunset And Butterfly
Sabtu, 09 Maret 2013
Arti Anarki Sebenarnya
Di Indonesia, anarki sering dikaitkan dengan tindak kekerasan, menghancurkan kota, memukuli orang, atau bentuk kekerasan lainnya. Itu semua salah, rakyat kita yang sangat terpengaruhi/didominasi oleh media, dan percaya bahwa anarki adalah lambang kekerasan, fukk the 'media'! Bahkan banyak juga kamus Bahasa Indonesia yang mengartikan salah, damn! Tapi tidak semuanya. Pengajar/guru kita juga kebanyakan menerapkan ke muridnya untuk anti-anarki, sekolah adalah penjara! Jika pengajar/guru kita saja mudah didominasi media, mungkin negara kita beridiologikan 'media'. Arti anarki sebenarnya adalah kebalikan dari terjemahan 'idiot-idiot' bodoh gak berotak. Dan artinya adalah: keadaan dimana kita mengatur diri kita sendiri tanpa ada keterikatan, dan melawan segala bentuk deskriminasi dan penindasan terhadap manusia, alam, dan moral. Kita bebas mengatur diri kita tanpa penguasa. Seorang aktivis alam dapat dikatakan anarki karena mereka melawan penindasan dalam bentuk cinta alam. Seorang aktivis buruh juga dapat dikatakan anarki sebab mereka memperjuangkan hak hak buruh. Ada beberapa band yang benar - benar mamegang teguh anarki contohnya Superman Is Dead, mereka melakukan perlawanan tidak hanya lewat musik tetapi juga lewat attidude. Tak jarang mereka melakukan konvoi sepeda bersama outSIDers & Lady Rose (fans Superman Is Dead). Sepeda yang merka gunakan juga tidak seperti sepeda yang biasa, mereka menggunakan sepeda jenis lowrider. Sering juga mengadakan bersih - bersih pantai. Mereka juga mengajak para outSIDers & Lady Rose untuk peduli terhadap alam. Masih banyak band yang memegang teguh anarki.
Demonstran juga salah satu contoh anarki yag paling sering kita temui, mereka berdemo untuk kebebasan/kesetaraan mereka. Seandainya 'media' di Indonesia tidak idiot, mungkin sebagian besar rakyat kita akan lebih senang menerapkan anarki dalam kehidupan mereka. Memang sulit menerapkan anarki di Indonesia, tapi disitulah letak seninya. Cheers.
Demonstran juga salah satu contoh anarki yag paling sering kita temui, mereka berdemo untuk kebebasan/kesetaraan mereka. Seandainya 'media' di Indonesia tidak idiot, mungkin sebagian besar rakyat kita akan lebih senang menerapkan anarki dalam kehidupan mereka. Memang sulit menerapkan anarki di Indonesia, tapi disitulah letak seninya. Cheers.
Langganan:
Postingan (Atom)
