Kamis, 12 Juni 2014

Puisi Cinta Seorang Perompak



















Angkat botol gin mu
Ayunkan pedang mu
Katakan pada semesta "aku titip doa pada mu"
Sampaikan pula pada semesta
Tentang mimpi-mimpi berkarat mu

Sudah seabad lamanya
Kau berperang di lautan
Sudah sewindu lamanya
Mimpi mu tergeletak tak bertuan

Tapi hati mu bagai baja
Tak tembus pelor dan senja
Arahkan peluru pertama mu pada cermin
Kau akan temui musuh utama mu
Yang tak lain adalah bayangan abadi mu

Ribuan duri mawar liar merajam hati mu
Hujan belati iringi setiap langkah dan nafas mu
Tapi itu tak menghentikan amarah mu
Amarah yang begitu gagah nan anggun

Labuhkan kapal mu
Turunkan jangkar mu
Percayalah semesta selalu di pihak mu
Tuk kirimkan setiap pesan agung mu

(Manggar, 11 June 2014)

Minggu, 09 Februari 2014

Apakah SID Dimanfaatkan Label?

Yab Sarpote:

Bli JRX aku kepengen diskusi soal mapan dan anti-mapan, bli. 'Main aman' dalam status bli ini dalam konteks kasus apa, bli? Bukankah (misalnya) dalam konteks konflik antara musik indie yang menolak mengkomodifikasi karyanya dalam sistem kapitalis dengan korporasi industri musik semacam Sony yang jelas mengkomodifikasi karya dan mengambil untung besar dari karya tersebut, pilihan bli dan kawan-kawan SID dengan bergabung ke industri musik itu bisa dikategorikan 'cari aman' atau pilihan 'mapan', bli? Dalam hal ini, konflik dengan korporasi industri ini dihindari dengan bergabungnya temen2 SID ke korporasi musik.. Ya, semacam "Rebel Sell" begitu.


Saya:

Sony tidak mendapat banyak profit dari SID karena: 1. Tidak seperti artis Sony yg lain, manajemen SID tidak harus membayar royalty dari konser/merchandise SID. Kami masih memakai kontrak lama (2003). 2. Satu2nya sumber pendapatan Sony dari SID adalah dari penjualan CD. Dan dijaman pembajakan/ilegal downloading ini, penjualan CD menurun sangat2 drastis. 3. Mencari aman bukanlah alasan SID bergabung dgn Sony, alasan kami adalah utk memperluas distribusi album (keputusan ini diambil sebelum era pembajakan/ilegal downloading) karena kami merasakan memproduksi 3 album pakai uang sendiri dan distribusi-nya sangat terbatas. Dan bagusnya Sony sepakat utk tidak mencampuri urusan berkesenian kami. Apa salahnya? Intinya begini, SID tidak dimanfaatkan oleh label, tapi SID yg memanfaatkan label. Dan hal-hal ini tentu saja tidak banyak diketahui publik kan? Dan itu masuk akal karena saya akui 99% artis major label Indonesia memang 'diatur dan diperas' oleh labelnya. Saya gak menyalahkan mayoritas yg berpikir SID juga 'diatur/diperas' oleh label. Kesimpulan tsb mereka ambil dari fakta bahwa band-band major memang kebanyakan demikian. Tapi ingat sekali lagi, SID bukanlah band yg umum. Tak ada yg menyamai kami. Secara musik maupun movement. Kami banyak melakukan hal-hal yg belum pernah dilakukan band lain di Indonesia. Kami hidup di Bali, kami tidak stay di Ibukota. Pola pikir kami bukan pola pikir mesin. Terima kasih.

 Source: Facebook

Jumat, 23 Agustus 2013

Superman Is Dead Rayakan Ulang Tahun Ke-18

TEMPO.CO, Jakarta - Band punk rock asal Bali, Superman is Dead (SID) baru saja merayakan ulang tahun yang ke-18, pada 18 Agustus 2013 lalu. Para personilnya merayakan ulang tahun ke-18 ini dengan cara yang spesial, karena belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Kita merekam lagu bersama dengan musisi Bali lainnya, yang bertema m
elawan penguasa," ujar Jerinx, salah satu personel SID ditemui di Soehanna Hall, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2013.

Hal ini dilakukan sebagai penolakan reklamasi laut di selatan Bali, yang telah disetujui oleh Gubernur Made Mangku Pastika. Menurut SID, --dan juga sebagian warga Bali lainnya-- reklamasi itu hanyalah proyek akal-akalan semata.

"Jelas itu akal-akalan, sudah banyak buktinya dan jelas banget cacat, mereka mau mereklamasi laut seluas 883 hektare," ujar Jerinx menjelaskan. Untuk itu, sebagai bentuk penolakan SID merekam lagu berjudul `Bali Tolak Reklamasi`. "Hari ini sudah bisa diunduh dan besok video sudah bisa dilihat," ujarnya.

Ulang tahun kali ini SID merayakan ulang tahunnya dengan istimewa, karena merayakan dengan sebuah penolakan. "Kita merayakannya dengan melakukan sebuah perlawanan, itu istimewa kan?" kata Jerinx menutup komentarnya.

Sebelumnya pada awal Agustus 2013 lalu ratusan warga juga telah melakukan demo penolakan rencana reklamasi laut. Para warga melakukan unjuk rasa di tengah laut Tanjung Benoa, Badung, Bali.

Sumber:Yahoo!

SID Tak Sabar "Muntahkan" 17 Lagu Baru


JAKARTA, KOMPAS.com — Tak lama lagi band punk rock asal Bali, Superman Is Dead (SID), akan merilis album terbaru mereka. Album itu direkam ketika grup yang terdiri dari Bobby Kool (vokal), Eka Rock (bas), dan Jerinx atau Jrx (drum) tersebut masih berusia 17 tahun pada 2012. Dijanjikan oleh SID, paling tidak, pada Oktober 2013, album mereka sudah beredar secara digital dan fisik.

"Full album akan keluar bulan Oktober dan beberapa lagu sudah kami bawakan di konser-konser di daerah," ujar Eka dalam wawancara usai manggung dalam Konser Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar di Soehana Hall, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013).

Sesuai usia SID ketika merekam album itu, 17 tahun, jumlah lagu baru yang akan mengisi album tersebut adalah 17 lagu. "Kami memiliki 17 lagu karena saat rekaman itu SID berusia 17 tahun. Kalau sekarang sih sudah 18 tahun," cerita Bobby.

Ketika itu, SID hanya menghabiskan waktu tiga bulan untuk merekam semua lagu tersebut. "Itu total berdurasi 67 menit sekian untuk 17 lagu," kata Jerinx. "Kalau take drum sih cuma sehari," sambung Bobby dengan canda disambut tawa kedua rekannya.

Bocorannya, SID memilih lagu-lagu bertema cinta dan perlawanan. "Temanya cinta dan perlawanan, ada juga motivasi, ya, dan kira-kira 40 persen liriknya bahasa Inggris," jelas Bobby.

SID mengaku tak sabar untuk segera "memuntahkan" 17 lagu baru itu. Salah satunya, "Jadilah Legenda", menjadi single pertama album tersebut. "Sebenarnya album ini sudah keluar tahun lalu. Cuma Sony Music (perusahaan rekaman yang menaungi SID) sangat excited sama kami. Jadi, mereka sangat hati-hati merilisnya agar nanti daya ledaknya maksimal," kata Jerinx.

Sumber: Kompas

Superman Is Dead: Nasionalisme Nggak Harus Kibarkan Bendera!


Kapanlagi.com - Bagi Superman Is Dead, rasa nasionalis tak sekedar hanya mengibarkan bendera sang saka merah putih, tetapi juga harus bisa memberikan bukti nyata dalam kehidupan.

"Nasionalisme gak harus mengibarkan bendera, tidak harus pakai batik ke mana-mana. Buat saya, apa yang kamu lakukan secara langsung, berikan impact positif, dengan menjaga lingkungan, peduli ekologi itu sudah bentuk nasionalisme," ujar Eka Rock di AXA Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/8).

Band asal Bali itu melihat masih banyak masyarakat yang belum peduli dengan lingkungan. Maka dari itu band yang digawangi Bobby Kool, Eka Rock dan Jerinx itu berharap agar masyarakat peduli dengan lingkungan.

"Perbaiki diri dan lingkungan, sekarang kita jaga sekitar kita aja, apakah lingkungan kita sudah bersih," kata Eka.

"Musuh kita masih banyak, yang nggak keliatan, kita harus menyadarkan diri kita sendiri dari lingkungan," timpal Jerinx.

Source:  KapanLagi

Rabu, 26 Juni 2013

Senin, 20 Mei 2013

Biografi Sex Pistols


Sex Pistols adalah band yang paling radikal dari dekade 1970an. Mereka merupakan ikon punk yang dikenal luas. Citra, musik dan lirik mereka yang vulgar namun penuh dengan humor meninggalkan kesan yang dalam ke masyarakat melalui karir yang singkat.

Setelah selesainya "Anarchy Tour" pada Desember 1976, EMI merasa Sex Pistols terlalu berbahaya untuk menampil di Inggris. Mereka menciptakan beberapa gig di Paradiso di Amsterdam pada Januari 1977 untuk Sex Pistols. Sekembali ke London, band mendapat publisitas negatif dan EMI pun melepaskan mereka. Gig Paradiso merupakan gig terakhir Sex Pistols dengan Glen Matlock. Matlock dipecat bulan Pebruari dengan alasan legendaris punk karena menyukai The Beatles, meskipun dalam wawancara tahun 2002 Steve Jones mengungkapkan alasan sebenarnya adalah Matlock terlalu sering mencuci kaki, sedangkan Matlock sendiri mengatakan pengunduran itu atas kemauan diri sendiri (mungkin karena tidak cocok dengan Johnny Rotten).

Posisi Matlock diisi Sid Vicious, teman Johnny Rotten dari The Flowers of Romance dan seorang penggemar besar Sex Pistols. Meskipun sangat terbatas kemampuan rmusikalnya, Sid Vicous direkruit McLaren karena memiliki penampilan dan "attitude" punk yang kental. Menurut biografi Sex Pistols England's Dreaming yang ditulis Jon Savage, amplifier Vicious selalu dimatikan sewaktu live dan sewaktu rekaman, bagian bass kebanyakan dimainkan Steve Jones atau Glen Matlock, yang kembali menjadi musisi sessi. Sid Vicious pertama kali tampil dengan Sex Pistols pada 3 April 1977 di Screen on the Green, London.

Setelah ditendang EMI, Sex Pistols bergabung ke A&M pada 10 Maret 1977 dengan melakukan upacara penandatanganan diluar Buckingham Palace. Mereka kemudian berpesta ke kantor A&M dan secara vulgar mengotori ruang direksi. Akibat dari itu, A&M mengeluarkan Sex Pistols pada minggu berikutnya. Tanggal 12 Mei, Sex Pistols menandatangani kontrak ketiga dan terakhir dengan Virgin Records, dengan perjanjian pengontrolan artistik total oleh Virgin.

Bulan itu, Sex Pistols merilis single kedua "God Save the Queen", sebuah lagu yang menyerang keluarga monarki. "God Save the Queen" langsung diblokir oleh Radio 1 milik BBC, namun single tersebut meroket ke posisi no. 2 di beberapa chart Inggris, meskipun ada chart yang mengosongkan posisi kedua mereka. Banyak pihak yang percaya dan menunjukan bukti bahwa single tersebut sebenarnya mencapai posisi no. 1, hanya diatur sedemikian rupa untuk menghindari pandangan negatif terhadap keluarga monarki.

Sementara itu, Sex Pistols terus menghangatkan suasana dengan menyewakan sebuah kapal dan berlayar di sungai Thames. Mereka melewati Westminster dan Houses of Parliament dan melakukan pertunjukan live. Aksi diakhiri dengan kerusuhan. Kapal digerebek polisi meskipun sudah mengantongi izin pertunjukan. Malcolm McLaren, anggota Sex Pistols dan semua orang yang berada dalam kapal ditahan. Peristiwa Sex Pistols ini dianggap berbagai pihak sebagai aksi yang menyenangkan dan cara publisitas yang hebat, tapi ada pihak yang tidak dapat menerimanya terutama kaum pro-royalist yang tidak menanggapi humor Sex Pistols. Mereka menyerang para penonton. Johnny Rotten dilukai geng Teddy Boys diluar Pegasus pub sehingga tur Scandinavia ditunda. Tur Inggris selanjutnya pun dilakukan secara rahasia dengan slogan SPOTS (Sex Pistols On Tour Secretly) untuk menghindari pembatalan dari pihak berwajib.

Single-single Sex Pistols kemudian dikumpul dan dijadikan album pertama, Never Mind the Bollock
Here's the Sex Pistols, yang dirilis 28 Oktober 1977. Sampul album yang mengandung kata "bollock" menimbulkan masalah lagi. Satu toko di Nottingham dituntut karena memajangkan album tersebut di kaca, sampai akhirnya profesor bahasa dari University of Nottingham diundang untuk membuktikan kata "bollock" dalam judul album hanya dalam konteks "omong kosong", bukan slang untuk buah zakar pria.

Pertunjukan terakhir Sex Pistols di Inggris diadakan di Ivanhoe's, Huddersfield pada hari Natal 1977 untuk kepentingan anggota pemadam kebakaran yang sedang melakukan aksi mogok kerja. Rencana tur ke Amerika yang dimulai dengan penampilan di Saturday Night Live tidak dapat direalisasikan karena belum mendapatkan paspor, akibat pelanggaran hukum anggota Sex Pistols. Elvis Costello berangkat ke Amerika menggantikan mereka.

Awal 1978, tur ke AS kembali dikoordinisir Malcolm McLaren. Tur yang berlangsung dua minggu itu kacau balau akibat perencanaan yang kurang matang. Sid Vicious dipukuli pengawal yang seharusnya menjaga dia, Johnny Rotten jatuh sakit dan pertunjukan dikecewai oleh sound system yang jelek dan audiens yang hostil. Pada akhir show di Winterland, San Francisco, Rotten yang sudah disilusi menanyakan audiens sebuah pertanyaan yang terkenal, "Pernah merasa anda dibohongi?", sebelum meninggalkan panggung. Rotten mengumumkan pembubaran Sex Pistols. McLaren, Paul Cook dan Steve Jones berangkat berlibur ke Brasil dan Sid Vicious berangkat ke New York, meninggalkan Rotten sendirian di Amerika tanpa tiket pesawat. Akhirnya Warner Brothers membayar tiket Rotten ke London dan mengontrak dia sebagai artis solo.

Musim panas 1978, Steve Jones dan Paul Cook membantu Malcolm McLaren membuat film dan soundtrack The Great Rock `n` Roll Swindle, yang merupakan karya fiktif McLaren atas sejarah Sex Pistols. Jones dan Cook merekam beberapa track tanpa Rotten.
Setelah Sex Pistols bubar, Johnny Rotten kembali menggunakan nama aslinya John Lydon dan membentuk Public Image Ltd (PIL). PIL dikontrak Virgin untuk Inggris dan Warner Brothers untuk Amerika. Sid Vicious menetap di New York menjadi artis solo dan merekam sebuah album. Dia ditahan Oktober 1978 atas tuduhan membunuh pacarnya Nancy Spungen di New York City dan meninggal pada Pebruari 1979 dari overdosis heroin sebelum kasusnya disidangkan. Steve Jones dan Paul Cook membentuk The Professionals dengan sound yang mirip dengan rekaman Pistols paska Rotten, namun band baru ini disfungsi setelah kecelakaan mobil yang melukai beberapa anggota band. Malcolm McLaren kemudian menangani Adam and the Ants dan Bow Wow Wow dan sempat membuat beberapa hits atas namanya sendiri.

Pada tahun 2005, Sex Pistols dinobatkan ke Rock and Roll Hall of Fame. Dalam upacara yang diimpikan banyak artis rock, Sex Pistols menunjukan sifat punk mereka yang tulen dengan menolak hadir dan bahkan mengirimkan fax yang menghujat kekomersilan institusi tersebut. Akan tetapi, pihak penitia Hall of Fame tidak tersinggung dan dengan senyum membacakan fax mereka diatas panggung dan memuji attitude punk mereka.

Discography

Album
1977 Never Mind the Bollocks Here's the Sex Pistols
1979 The Great Rock `n` Roll Swindle

Single
1976 Anarchy in the UK
1977 God Save the Queen
1977 Pretty Vacant
1977 Holidays in the Sun
1978 No One Is Innocent
1979 Something Else
1979 Silly Thing
1979 C'mon Everybody
1979 The Great Rock 'n' Roll Swindle
1980 (I'm Not Your) Stepping Stone
1996 Pretty Vacant" (live)
Sex Pistols adalah band yang paling radikal dari dekade 1970an. Mereka merupakan ikon punk yang dikenal luas. Citra, musik dan lirik mereka yang vulgar namun penuh dengan humor meninggalkan kesan yang dalam ke masyarakat melalui karir yang singkat.

Vokalis Steve Jones, drummer Paul Cook dan gitaris Wally Nightingle sebelumnya bermain bersama band The Strand. Mereka sering bermain ke toko busana milik Malcolm McLaren yang saat itu bernama Let It Rock. Mengetahui McLaren mempunyai banyak koneksi dalam industri musik, Jones menawarkan dia untuk menangani bandnya namun McLaren tidak tertarik.

The Strand berganti nama dan personil pada tahun 1975. Glen Matlock menggantikan Wally Nightingale dan memegang bass, Steve Jones mengambil alih posisi gitar dan Johnny Rotten yang sering memakai t-shirt "I Hate Pink Floyd" dan sering nongkrong di toko yang sudah berubah nama menjadi SEX Boutique itu diajak beraudisi. Rotten membawakan "Eighteen" dari Alice Cooper dan dinyatakan lulus.

Malcolm McLaren kemudian setuju menangani band dan membuat sederetan nama – Le Bomb, Subterraneans, The Damned, Beyond, Teenage Novel dan QT Jones and his Sex Pistols. Akhirnya QT Jones dihilangkan dan Sex Pistols digunakan. Dibawah pengarahan McLaren, band memainkan musik sederhana berbasis chord seperti The New York Dolls dan The Ramones. McLaren memberikan Steve Jones gitar Les Paul yang pernah dipakai Sylvain Sylvain dari The New York Dolls dan Richard Hell dari Television. Keduanya adalah figur punk kota New York.

Sex Pistols memainkan gig pertama di St. Martin’s School of Art di London pada Nopember 1975 dan melanjutkan pertunjukan-pertunjukan di kampus dan sekolah seni selama 1975 dan 1976. Setelah itu, mereka mulai bermain di klub dan pub seperti 100 Club dan The Nashville. Pada September 1976, mereka tampil dalam konser pertama diluar Inggris dalam acara pembukaan klub De Chalet Du Lac di Paris. Setelah itu, band menjalankan tur pertama Inggris dari September hingga Oktober, termasuk pertunjukan di penjara Chelmsford. Saat itu, Sex Pistols mulai menarik perhatian EMI.

Setelah mengambil bagian dari festival punk pertama di London di 100 Club, Oxford Street, Sex Pistols menandatangani kontrak dengan EMI. Single pertama mereka, "Anarchy in the UK", dirilis 26 Nopember 1976 dan langsung menjadi sebuah simbol kemarahan yang penuh dengan energi. Meskipun ada anggapan band punk "tidak bisa" main, rekaman live Sex Pistols saat itu menunjukan mereka merupakan band live yang mantap.

Sabtu, 18 Mei 2013

Biografi Sid Vicious (Sex Pistols)



         Sid Vicious lahir dengan nama John Simon Ritchie di Lewisham, London pada tanggal 10 Mei 1957. Ia lahir dari pasangan John dan Anne Ritchie. Ibu Sid, Anne dikeluarkan dari sekolah karena prestasi akademik yang buruk. Ia lalu memutuskan bergabung dengan RAF. Di sana, ia bertemu dengan John, yang kelak menjadi ayah Sid. John bekerja sebagai penjaga Istana Buckingham sekaligus sebagai pemain trombon di skena musik jazz London. Sid, tidak lama setelah ia lahir, pindah bersama ibunya ke Ibiza, Spanyol. Rencananya, ayahnya akan menyusul begitu keadaan keuangan membaik. Begitu mengetahui kiriman uang darinya yang selalu terlambat, Anne sadar bahwa ayah Sid itu tidak akan datang. Di tahun 1965, Anne kemudian menikahi Christoph Beverley dan pindah ke Kent. Nama belakang Sid berubah dari Ritchie menjadi Beverley.
          Ayah tiri Sid itu meninggal enam bulan kemudian akibat penyakit kanker. Di tahun 1968, Sid dan ibunya pindah menyewa sebuah kamar apartemen di Turnbridge Wells. Tahun 1971, ibu dan anak itu pindah lagi ke Hackney, di London Timur. Sid juga pernah beberapa lama tinggal di Somerset.
         Sid pertama kali bertemu dengan John Lydon di tahun 1973. Mereka berdua siswa di Hackney Technical College. Dalam penggambaran Lydon, Sid itu orang yang punya selera berpakaian buruk. Meski begitu mereka berdua punya selera musik yang sama. Mereka sama-sama menyukai lagu-lagu David Bowie.
       Di usia 17 tahun, Sid sudah mulai nongkrong seputar London. Ia punya kelompok pertemanan yang bernama ‘’Four John’’ karena orang-orang di dalamnya semua memilik nama depan John. Sid yang memiliki nama asli John Beverley, lalu John Lydon, lalu ada John Wardle, serta John Gray. Tempat favorit mereka adalah toko pakaian bernama SEX milik Malcolm McLaren dan Vivienne Westwood.
       Nama populer Sid Vicious yang ia pakai asalnya dari nama hamster peliharaan Lydon yang bernama Sid juga. Sid pernah digigit oleh hamster itu lalu berteriak “Sid ini benar-benar ganas!!!”
      Untuk memperoleh uang, mereka sering mengamen dengan Sid memainkan tamborin. Mereka memainkan lagu-lagu Alice Cooper. Orang-orang memberikan uang kepada mereka agar cepat-cepat berhenti bernyanyi dan tidak mengganggu lagi.

Sebelum Di Sex Pistols
   Sid memulai karir musiknya sebagai personil band The Flowers of Romance. Di band itu ia bergabung bersama Keith Levene (eks personil The Clash yang di kemudian hari bekerjasama dengan Lydon membentuk Public Image Limited), Palmolive, dan Viv Albertine (yang kemudian membentuk band The Slits). Sid juga pernah tampil memainkan drum untuk Siouxsie and the Banshees pada pertunjukkan pertama mereka di Festival Punk 100 Klub di London.

Di Sex Pistols
    Menurut beberapa terbitan seperti biografi punk karangan Jon Savage, England’s Dreaming serta film-film seperti The Filth and the Fury, Sid diminta bergabung dengan Sex Pistols setelah ditinggal Glen Matlock bulan Februari 1977. Pemilik toko SEX yang sekaligus manajer Sex Pistols, Malcolm McLaren mengklaim "jika Johnny Rotten adalah cerminan suara punk, maka Sid Vicious adalah perangainya". McLaren juga mengatakan jika ia bertemu Sid sebelumnya, pasti orang itu yang akan ia jadikan punggawa, bukannya Rotten. Alan Jones menggambarkan Sid sebagai orang yang memiliki tampilan ikonik punk. Kukunya dicat dengan asal-salan dengan cat kuku warna ungu.
      Sid tampil pertama kali dengan Sex Pistols pada tanggal 3 April 1977. Kemampuan musik Sid memang tidak bagus tapi ia menutupinya dengan karisma punk. Ia sering membuat dirinya babak belur setelah sebelumnya memancing keributan dengan penonton. Pada suatu tur musik ke AS bulan Januari 1978, ia menggoreskan kata Gimme a fix di dadanya. Di konser Dallas, Texas, ia meludahi penonton dan mengejek-ejek mereka "koboi".
       Bulan Maret 1977, Sid bertemu Nancy Spungen dan mulai berkencan. Sid mulai menunjukkan keretakan dengan bandnya sepanjang tur AS tersebut. Sex Pistols resmi bubar di San Fransisco setelah konser mereka di Winter Ballroom tanggal 14 Januari 1978.

Sid and Nancy
Sesudah Di Sex Pistols
       Dengan Nancy bertindak sebagai manajernya, Sid menempuh solo karir. Sid juga sering tampil dengan banyak musisi antara lain seperti Mick Jones dari The Clash, Glen Matlock eks bassis Sex Pistols, Rat Scabie dari The Damned, Arthur Kane dari New York Dolls, Jerry Nolan, dan Johnny Thunders. Penampilan Sid kebanyakan dilakukan di Max, di Kansas City.

Kematian
       Pagi tanggal 12 Oktober 1978, Sid mengatakan terbangun masih sempoyongan efek mabuk ketika menemukan Nancy Spungen terbujur kaku di lantai kamar mandi kamar hotel mereka di Hotel Chelsea, Manhattan, New York. Kematiannya diakibatkan satu tusukan di abdomen yang membuatnya mati kehabisan darah. Pisau yang digunakan untuk menusuk adalah pisau yang dibeli Sid. Ia kemudian ditahan dengan tuduhan pembunuhan. Menurut pengakuan Sid, malam itu mereka sempat bertengkar tapi Sid bersikeras tidak pernah menusuk Nancy. Sid tidak terlalu ingat, tapi kira-kira dalam pertengkaran itu, Nancy kemudian jatuh tertusuk pisau.
      Tanggal 22 Oktober 1978, sepuluh hari setelah kematian Nancy, Sid mencoba bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangannya menggunakan pecahan bohlam. Sid dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue. Tidak lama setelah itu, Sid kembali berulah. Ia berkelahi dengan Todd Smith (kakak Patti Smith) di konser Skafish. Sid ditahan tanggal 9 Desember 1978 lalu dikirim ke penjara Rikers Island selama 55 hari. Ia dibebaskan dengan uang jaminan pada 1 Februari 1979.
      Sore hari tanggal 2 Februari 1979, perayaan kecil diadakan untuk menyambut Sid yang sudah bebas. Perayaan itu diadakan di apartemen Michele Robinson, pacar baru Sid, di New York. Sid sudah bersih dari narkoba setelah menjalani program rehabilitasi selama berada di penjara Rikers Island. Tapi dalam acara itu, Anne, ibu Sid yang juga pernah pecandu narkoba diam-diam punya stok heroin yang diberikan oleh kekasihnya, Peter Kodick. Sid sempat overdosis malam itu tapi orang-orang yang ada di acara itu berusaha menolong dan untungnya Sid masih bisa selamat.
        Subuhnya, sekitar jam 3 pagi, sersan polisi NYPD Richard Houseman mengatakan Sid menginginkan heroin lagi tapi Michele menolak memberikannya. Michele kemudian menceritakan igauan Sid itu ke Anne.
      Dalam wawancara dengan jurnalis Alan Parker sebelum meninggal di tahun 1996, Anne mengaku ia memberikan dosis heroin yang fatal ke Sid subuh itu. Anne tidak menjelaskan alasannya, tapi Alan menduga itu adalah upaya Anne untuk mencegah Sid kembali masuk penjara. Sid ditemukan meninggal pada pagi harinya.
       Beberapa hari kemudian setelah Sid dikremasi, Anne menemukan pesan bunuh diri di saku jaket Sid. Bunyinya : "Kami memiliki pakta kematian dan aku harus menepatinya. Tolong kuburkan aku di samping kekasihku. Kuburkan aku dengan mengenakan jaket kulit, jins, dan sepatu bot. Selamat tinggal."
      Sid tidak bisa dimakamkan bersama dengan Nancy karena Sid bukan Yahudi seperti Nancy. Meski begitu menurut buku Please Kill Me : The Uncensored Oral History of Punk karangan Legs McNeil and Gillian McCain, ibu Sid dan Jerr Only dari Misfits menebarkan abu Sid di makam Nancy.

Lirik Lagu Superman Is Dead - Suara Dalam Menara

Aku adalah malaikat kematian
Aku adalah durjana senja
Tanpa namaku bermakna ditepian badai
Kulukiskan namamu cinta

Akulah suara wuohohohoooooo
Dalam menara wuohohohoooooo

Bernafaskan api terjadilah peristiwa
Yang terlena dalam bencana
Menangislah di surga berperanglah dineraka
Aku gelegar yang tak terdengar

Akulah suara wuohohohoooooo
Dalam menara wuohohohoooooo

Dan setiap badai kan temani murkamu cinta
Dan setiap langit kan hujani rindu mu cinta
Hingga menghitam semesta.

Ku adalah cinta
Ku adalah sakit
Ku adalah dendam
Ku adalah kasih

Aku adalah malaikat kematian
Aku adalah durjana senja
Tanpa namaku bermakna ditepian badai
Kulukiskan namamu cinta

Akulah suara wuohohohoooooo
Dalam menara wuohohohoooooo

Dan setiap langit kan temani murkamu cinta
Dan setiap badai kan hujani rindu mu cinta
Hingga menghitam semesta.

Ku adalah cinta
Ku adalah sakit
Ku adalah dendam
Ku adalah kasih

Lirik Lagu Superman Is Dead - Bulan Dan Ksatria


Song    : Bobby Kool
Words  : JRX

Jejak dendam perih meraksasa di angkasa
Akan cinta yang besar dan terhalang durjana
Manusia melacurkan diri di istana
Namun tak demikian dengan Bulan Ksatria

Kekuatan cinta kan beri dia mahkota
Bulan merana jingga hapus air matamu
Ksatria datang dengan bendera tanpa pedang
Di detik ini cinta adalah kebenaran

Tinggi menjulang, menembus peradaban
Melewati waktu melawan pembenaran
Dan kini Bulan menantikan gemilang
Tangis, air matanya tlah hilang

Derap kuda Ksatria gagah dekati surga
Walau neraka berjanji tuk menghabisinya
Di pintu istana Bulan merajah hatinya
Tuk tinggalkan raja, hakim dan khianat semesta

Kekuatan cinta kan beri dia mahkota
Bulan merana jingga hapus air matamu
Ksatria datang dengan bendera tanpa pedang
Di detik ini cinta adalah kebenaran

Tinggi menjulang, menembus peradaban
Melewati waktu melawan pembenaran
Dan kini Bulan menantikan gemilang
Tangis, air matanya tlah hilang

Menuju kemenangan, dan cinta dikumandangkan
Menuju kata hati, dan terbakarlah semua kebencian!

Lirik lagu Superman Is Dead - Sunset Di Tanah Anarki

Andaiku malaikat, kupotong sayapku dan rasakan perih di dunia bersamamu
Perang kan berakhir, cinta kan abadi, di tanah anarki romansa terjadi

Desing peluru tak bertuan, hari-hari yang tak benderang
Setiap detik nyawa ini kupertahankan untukmu
Alasanku ada di sini, dan parasmu yang kurindukan
Di neraka kan kumenangkan, hariku bersamamu

Andaiku malaikat, kupotong sayapku dan rasakan perih di dunia bersamamu
Perang kan berakhir, cinta kan abadi, di tanah anarki romansa terjadi

Dalam gelisahku menunggu, berita tentang gerilyamu
Semerbak rindu kuasai udara panas ini
Sepucuk surat telah tiba, dan senja pun ikut berdebar
Kalimat indah dan kisahmu tentang perang dan cinta

Andaiku malaikat, kupotong sayapku dan rasakan perih di dunia bersamamu
Perang kan berakhir, cinta kan abadi, di tanah anarki romansa terjadi

Kubasuh luka dengan air mata
Oh hatimu beku, serta jiwamu yang lelah
Tak henti lawan dunia dengan mimpi besar untuk cinta
Dan jalanmu tuk pulang, di ujung waktu kan ada cahaya
Itulah aku, raihlah mimpimu

Andaiku malaikat, kupotong sayapku dan rasakan perih di dunia bersamamu
Perang kan berakhir, cinta kan abadi, di tanah anarki romansa terjadi

Itulah aku, raihlah mimpimu

Jumat, 19 April 2013

Johnny Cash - Ring Of Fire 1963

Biografi Elvis Presley


Elvis Aron Presley lahir 8 Januari 1935 di Tupelo, Mississippi adalah seorang penyanyi rock 'n' roll legendaris Amerika Serikat. Elvis juga dikenal dengan "The King" dan "The King of Rock 'n' Roll". Selain penyanyi, The King adalah seorang produser musik dan aktor. Berkat lagu-lagunya yang memadukan irama rock 'n' roll dengan lagu-lagu ballad, dunia rock 'n' roll memperoleh fondasi komersial yang selanjutnya dapat dikembangkan musisi rock 'n' roll penerusnya.


Pada masa kejayaannya, konser-konser Elvis dihadiri penggemarnya (kebanyakan remaja) dalam jumlah yang sangat besar. Gaya, sifat, serta cara berpakaiannya menjadi simbol bagi musik rock 'n' roll dan banyak ditiru penggemarnya. Bahkan 4000 remaja Inggris menahbiskan Elvis sebagai raja trendsetter tata rambut sepanjang zaman.

Awal perkenalan Elvis dengan dunia rekaman di mulai saat musim panas 1953. Elvis membayar US$3,98 untuk merekam dua buah lagu di perusahaan Sun Studios sebagai hadiah ulang tahun bagi ibunya. Pendiri Sun, Sam Phillips, tertarik pada suaranya dan memanggilnya pada Juni 1954 untuk mengisi posisi penyanyi ballad yang sedang kosong.

Tahun 1956 merupakan awal karir Elvis sebagai penyanyi profesional. Tanggal 27 Januari Elvis merilis single pertamanya Heartbreak Hotel, dibawah label RCA Victor Records. Tanggal 23 Maret, RCA merilis album pertama Elvis , bertajuk: ELVIS PRESLEY.

Pada tahun yang sama, 16 November, film pertama Elvis, LOVE ME TENDER, diluncurkan. Film ini menuai banyak kritik, namun mendapat angka penjualan yang sangat baik. Secara keseluruhan Elvis tampil dalam 31 judul film.

Hasil penjualan album perdana Elvis meledak menjelang akhir 1950-an dengan hit-hitnya, antara lain All Shook Up, (Let me be your) Teddy Bear dan I Need Your Love Tonight. Meskipun demikian, banyak kritikus tidak terkesan. Selain itu, penampilan Elvis di panggung banyak menuai kritik, karena dianggap sebagai pornografi.

Bulan Desember 1957, Elvis dipanggil untuk ikut tugas militer dengan Angkatan Bersenjata AS. Ia resmi masuk Angkatan Bersenjata pada 24 Maret 1958, kemudian ditugaskan di Jerman, dan dilepastugaskan dengan hormat dua tahun
kemudian.

Sekembalinya dari wajib militer, karir musiknya sempat meredup akibat "diganggu" profesi lainnya sebagai aktor dan hilangnya peranan dia dalam memilih jenis lagu yang ia mainkan. Selain itu, terjadi kebangkitan musik Britania/Inggris (British Invasion; The Beatles, The Rolling Stones, dan lain-lain).
Elvis melakukan comeback, yang sukses melalui penampilan televisi pada 3 Desember 1968 berjudul '68 Comeback Special. Karir musiknya kembali bersinar setelah ia mendapatkan kesempatan dalam acara tersebut untuk bermain dalam jalur yang paling ia sukai, rock 'n' roll.

Pada tahun berikutnya, Elvis memulai penampilan live yang laris di berbagai tempat, diawali dari Las Vegas dan berlanjut negara-negara bagian lainnya di Amerika Serikat. Antara tahun 1969 dan 1977, The King of Rock 'n' Roll tampil dalam 1.000 acara yang tiketnya terjual habis.

Akibat kecanduan obat-obat dokter seperti obat tidur, kesehatan dan penampilannya mengalami penurunan sekitar pertengahan 1970-an. The King tampil untuk terakhir kalinya dalam sebuah konser di Market Square Arena di Indianapolis, Indiana tanggal 26 Juni 1977.
Pada 16 Agustus 1977, Elvis ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Graceland, Memphis akibat serangan jantung. Saat itu ia berusia 42 tahun. penyebab kematiannya hampir sama dengan Michael jackson yang meninggal akibat serangan jantung.

Sabtu, 13 April 2013

Superman Is Dead - Broken Guidance

Music: bobby cool, words: ekaroxx

So you’ve ever heard the stories?.
There’s no reason of being blind
I begin to setup my worries
Should be left until you’re right

No one will catch you
Someone hunts your needs
Many good signs can advise you through the timeline

Greater range of explanation
Too many lies that come to mind
Pretty doubt on destination
It makes sense to start the night

No one will steer you
I’ll be on your wings
Facing down to heal the broken guidance of us
And start a new light

**
There is way much to forget you
Than standing here to get to know you
All the great day’s gonna make it go away

Flying down to set the guidance
It’s too late to leave the wrong way
Many saviors know the silent word then make it lost
And hard to find again

Superman Is Dead - Disposable Lies

Music: bobby cool, words: ekaroxx

However much you want to show that
You keep me inside and what you really care
Have a close look deep into your flame
Time is running out, nothing to hide away

**
I know we’re both all right
It’s time to go, start running around
Do it faster that I write
Leave it all behind, all the things we’ve burnt
Cruising down the memory

It’s time to go, start running around
Do it faster that I write
Since I don’t know what the last
Heaven’s got it all

Picking up the way back to get home
It’s the hardest thing that we think all night
Anything could be the adventure
It’s all growing and beyond the tragedy

**
Since I don’t know what the last
Since I don’t know what the lies
Hell! I don’t know what the nice
Heaven’s got it all

Superman Is Dead - Falling Down

Music: bobby cool, words: ekaroxx

Male:
My friend just called me up to join his party
I found myself dressing up fine, just like the king

My lady stepped beside me. Sexy, damn! She burned the place
She whispered "I will never loose this night , ever"
Tequila's blasting out my mind. Everything's about going wild.
When I looked at you, my lady! You! My friend took you! I got drunk
Then nothing I can do.

****
Falling down
Fall fall falling down. Tease my head out loud
Falling down
Fall falling down. Keep my face against the wall
Falling down
Fall fall falling down. Push the light against the clouds.
The night's going dark, totally dark. I'm all outta stars

Female:
Waiting for your lovely kiss that night
No one knew, I was lost in the park
And then I found someone to make me laugh
His eyes so bright, blew me away
He cares more than you

When I returned, I could not leave his burning heart alone
I though you knew what it was that I had to do
Deep in my heart, he's got a million ways to go
And sure, I like.. The great new house, the brand new cars
Your friend is mine. And so what? nothing I can do
****

Male:
Those who punish me are guilty babe
It's so great! Being a lady
Should I send you your make up bag?
Just to make you comfortable


Female:
I'm a normal girl, I am not the same
But I love his air con room
There's nothing wrong with me...again, nothing I can do
I've got someone new, I keep walking thru


Male:
I wanna know how far is hell from you?

Female:
Hey!, I am not the winner of this race!
You have to be warmer than him actually. Could you say "good luck" for my new destination ?.
You said you would be proud if I've done what's right for me.
…oh no no no no no….bullshit!

Superman Is Dead - Great Dream Of Society

Music: bobby cool, words: ekaroxx

A call from confusion makes sure my head really gets in
Time’s too short, leave me out of history
Move the conclusion; it’s not fully clued in
The case’s now begun, beyond the territory

*
Every place seems to start fade away
I’ve got no more direction, that I am supposed to be
My decision’s still flying over me
Hell is burning who will eat those flames?

**
No matter what to say
I’m just starting up
Forced to walk away
Who’s gonna lead the way up
And what they say
Will it be enough?
Help to put me out the disease

Another light movement, growing up without lessons
Frozen in the flashlight…the next priority?
Too much louder noise makes me hard to recognize
Destiny is dying, no other way to say it

*, **

Dreaming of having a great society
Going fast through the multi crosses
Here I’m still reading letter by letter
Find the best way to break up the Ice

Superman Is Dead - Long Way To The Bar

Riding on, such a fantasy,
Found me out this nigh,
Rolling on the scream
Not too loud, drag me out,
What it’s all about
Now I repeat, all the memories,
Need more time to share,
Growing on the link
So much fun, yes it’s fun,
Damn I cannot back

Sometimes I’m down,
Sometimes you down
But it just seems allright now
Turn off the light,
Let’s go to the bar

Times is running on my own
I’m not slow hey I’m still fine
What about another drinks
Goin’ nowhere fast
So why have to care

Looking for such an alibi,
Rolling all the dice,
Choosing just one lie
Truth don’t lie, alcohol does,
How can that be fair

In the corner now,
Dark and full of smoke,
Spending all my cash,
Action cannot wait,
Where’s the fun,
And all my friends,
They all leave me here !

Sometimes I’m down,
Sometimes you fucked !
But it just seems allright now
Turn off the light,
Let’s go to the bar